Proyek Kreatif 1

LATAJAN (Alarm Tanda Hujan)



Hai teman-teman semua :) Udah lama banget nih saya tidak publish sesuatu di blog saya ini lagi. Nah, kali ini saya akan post dokumentasi dari Mata Kuliah Proyek Kreatif 1 saya di Teknik Elektro UNS. Di Proyek Kreatif 1 saya ini, saya membuat LATAJAN, yaitu Alarm Tanda Hujan. Kenapa sih saya buat ini? Emang gunanya buat apa? Trus cara buatnya gimana? Yuk simak post saya kali ini 😃

1. Latar Belakang
Curhat sedikit nih ya, saya pernah menjemur bantal dan guling. Biar hangat gitu. Nah sewaktu saya jemur, matahari masih terik, tidak ada tanda-tanda mendung apalagi mau hujan. Dan setelah itu, saya tidur. Namun saat saya bangun tidur, ternyata hujan sudah deres banget dan bantal sama guling saya masih diluar 😢. Nah, makanya saya membuat alat ini. 
Sering kali baju atau benda-benda yang kita jemur basah karena kita lupa mengangkatnya dari jemuran, hal ini terjadi karena kita tidak mengetahui jikalau hujan turun. Mungkin dapat disebabkan karena kita tertidur atau sedang sibuk dengan sesuatu yang lain. Oleh karena itu, dibuat sensor hujan dimana saat air hujan megenai sensor maka alarm akan berbunyi untuk memberikan tanda apabila hujan sehingga kita dapat segera mengangkat pakaian kita yang sedang di jemur. Komponen yang digunakan untuk membangun sebuah rangkaian sensor hujan ini cukup sederhana, hanya terdiri dari beberapa komponen yang utamnya adalah sensor dan buzzer

2. Prinsip Dasar
Jadi, prinsip dasarnya nih guys, rangkaian dihubungkan Sensor dan dihubungkan dengan Baterai 9Volt. Prinsip dasar dari sensor air hujan ini adalah air sebagai konduktor listrik yang baik. Ketika air hujan mengenai sensor, maka sekat antar sensor akan terhubung seperti layaknya saklar. Hal ini membuat tegangan mengalir ke buzzer sehingga membuat buzzer berbunyi.

3. Alat dan Bahan
Nah, selain alat diatas, jangan lupa sama bor, solder, tenol, dan low fat nya 😉

4. Desain Scematic, Desain PCB, dan Tampilan 3D

  • Desain Scematic


  • Desain PCB


  • Tampilan 3D


Desain untuk rangkaian alat saya ini, saya menggunakan bantuan Software Proteus.

5. Langkah Kerja
  • Simulasi di proteus dan ares
Dari tampilan ares, trus klik "Output" lalu pilih "Export Graphics" dan pilih "Export PDF File" untuk mengubahnya menjadi PDF agar bisa kita print

  • Print copy file PDF tadi, lalu gosok menggunakan mika dan autan diatas PCB polos


  • PCB dilarutkan dalam fericlorid
Saat proses etching ini, jangan lupa untuk menggoyang-goyangkan larutannya ya, agar cepat selesai. Dan, hati-hati juga karena ini larutan asam guys. Nah, ketika sudah selesai dan mau membuang larutan ini, diencerin dulu ya se-encer-encernya supaya tidak merusak lingkungan.

  • Mengebor lubang-lubang komponen

Untuk yang belum terbiasa mengebor, hati-hati ya. Disini, saya menggunakan mata solder 0,8 cm karena rangkaian saya juga kecil. Jika ada jalur yang terpotong akibat salah bor, maka kita bisa mengakali atau menutupi jalur tersebut dengan mensoldernya.

  • Memasang komponen sesuai skema

Jangan tertukar antara positif dan negatifnya ya. Untuk transistor, penempatan Emitor, Basis, sama Collectornya jangan salah juga.

  • Solder komponen


Hati-hati dalam mensolder. Jangan ada jalur yang tersambung.

  • Pasang kabel untuk input, output, dan sensor


  • Packaging alat yang sudah jadi agar tampilan lebih menarik


6. Hasil 
Karena waktu pameran sedang tidak hujan, jadi air hujannya diibaratkan air yang menyentuh sensor itu guys. Terbukti kan kalau alarmnya menyala dengan bunyi buzzer, jadi tidak usah khawatir jemuran lagi deh 👯


7. Foto Alat
  • PCB polos


  • Kabel


  • Buzzer


  • Transistor BC558 dan BC547


  • Resistor (10k dan 220k)


  • Kapasitor (0,01 µF)


  • Baterai 9V


  • Bor


  • Solder


  • Tenol


  • Low fat


Nah, jangan khawatir tentang harga komponennya, terjangkau kok.

Gimana? Untuk bor dan solder harganya mungkin tidak murah ya, tapi alat itu akan sangat berguna untuk kalian kedepannya (khususnya bagi anak Teknik Elektro) dan akan menjadi hak milik kalian dalam jangka waktu yang lama (kalau kalian beli sendiri ya, hehe). 
Lalu, untuk tenol dan low fat (untuk low fat tidak wajib banget sih, cuma buat mudahin si solder saja) itu harganya tidak sampai 15 ribu kok 👱

So, gimana guys penjelasan saya diatas? Sudah mengertikah? Atau malah tertarik ingin membuatnya?

Nah, sebagai penutup, ini ada beberapa foto dokumentasi saat Pameran Proyek Kreatif 1 tanggal 19 Juni 2017 kemaren guys..







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Klub olahraga paling popular di Facebook